Karena tidak mempunyai blog atau web pribadi, saya diejek oleh kawan saya. Pakde itu menjadi tabu diantara kami karena memang saya dan Pakde Dalbo sama-sama Dalbo begitulah saya memanggilnya sesuai dengan nama blognya yang sering dipromosikannya pada saya. Masak kamu yang pernah makan “bangku sekolahan” negeri di Malang tidak punya blog ? memalukan katanya sambil tersenyum mengejek. Saya mencoba membantah dengan mengatakan bahwa saya juga dulunya punya blog tapi tidak pernah saya rawat lagi sampai username dan password-nya saya lupa. Namun karena tidak dapat menunjukkan karena nama blog dan url-nya saya lupa atau mungkin jika ingat sudah ditutup oleh manajemen blog di mana saya bernaung.
Tidak punya blog akhirnya menjadi kartu As-nya Pakde Dalbo untuk mengejek saya habis-habisan. Saya yang diejek hanya bias cengar-cengir tanpa bisa membalas. Tidak mempunyai blog aktif di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di “sekolahan” kami masing-masing.


21.45