Pertemuan kita terakhir kalinya malam itu membuatku merasa bersalah. Bersalah telah membuatmu resah, menggoncangkan hati nurani kemanusiaanmu. Aku tahu dari raut mukamu yang seketika berubah ketika kedatanganku. Aku tahu dari sorot matamu yang memancarkan kebancian.