(Catatan Diklat Jurnalistik Investigasi PPMI Kota Surabaya)
Jika metode investigasi dalam jurnalistik merupakan cahaya obor yang membuat bangkai hewan terlihat di malam hari yang gelap. Dan jika praduga awal investigasi adalah penciuman kita tentang bangkai tikus tadi. Maka kita harus mencari obor, menyalakannya dengan korek api kemudian berjalan dengan pencahayaannya. Mencari di mana bangkai itu berada, memastikan bangkai hewan apakah itu, dan jika perlu mengotopsinya. Meneliti sebab musabab kematian hewan tersebut, sampai segalanya menjadi terang.
Dan begitulah metode investigasi seringkali dipakai oleh media-media mingguan seperti Majalah Tempo, Gatra, dll, untuk mengungkap kejahatan kerah putih yang tak mudah diungkapkan oleh media-media harian.
Jurnalistik investigasi, mengungkap kebenaran dibalik fakta dan peristiwa. Sesuatu yang abu-abu, kejahatan besar yang sengaja ditutup-tutupi. Tiba-tiba menjadi hal yang mewah di kalangan pers Mahasiswa. Mewah karena memang tingkat kesulitannya tak dapat diatasi oleh pers Mahasiswa hari ini yang tingkat konsistensi dan militansinya semakin menurun. Tugas kuliah yang menumpuk, waktu studi yang semakin “diperpendek,” seolah menjadi “pembenar” menurunnya kualitas pers Mahasiswa hari ini.


00.29